21.12.10

Berharap Lalu Kecewa

Pernahkah kita berharap?
Pernahkah kita menggantungkan harapan yang tinggi?
Pada manusia, pada pekerjaan, pada apapun itu...
Ketahuilah, jika kita menggantungkan harapan terlalu tinggi, maka suatu saat ketika yang diharapkan itu membuat kita kecewa, maka jatuhnya akan terasa sakit sekali.
Harapan terkadang hanyalah angan-angan kosong belaka...berharap sepertinya akan begini, berharap sepertinya dia begini, begitu...
Semua itu hanyalah khayalan hampa, karena belum tentu yang diharapkan sama seperti yang kita bayangkan....
Terkadang semua itu hanyalah ada dalam pikiran kita, padahal pada kenyataannya yang diharapkan toh sama sekali tidak demikian...
Karena itu, berhentilah berharap pada sesuatu yang tidak pasti. Be realistic!
Gantungkan harapan hanya pada zat yang paling tinggi, Allah SWT. Karena hanya Dialah yang takkan pernah membuat kita kecewa.
*Mae muki, gambarimashoo...!!




* berpikir positif, dan tetap semangat...!!

20.12.10

Euphoria Bola

Suatu ketika dalam perjalanan pulang dari lab menuju kosan, saya tertegun ketika beli teh kotak di warung dekat kosan saya. Pasalnya, teteh pemilik warung yang  hobinya nonton sinetron, tiba-tiba saat itu terlihat sedang serius menyaksikan pertandingan bola. Rupanya si teteh sedang serius menonton pertandingan piala AFF antara Indonesia vs Malaysia ketika laga grup. Saya masuk ke kosan, para penghuni sedang berkumpul ramai-ramai di depan tv menonton hal yang sama. Saya pun mulai sadar, ooh....ternyata orang-orang pada mau nonton pertandingan bola ini tohh....pantesan tadi di lab pada heboh (autis mode).

Beberapa hari berikutnya, ketika membeli capcay di tenda mawut sepulang dari lab juga. Nampak bapak pemilik tenda mawut yang tidak pernah menyiapkan tv di tenda dagangannya, tampak menyetel-nyetel antena di atas tv berukuran 18 inchi. Rupanya laga pertama Indonesia vs Filipina sudah akan dimulai. Nampak seluruh mata di tenda itu, dari juru masak, para pelanggan, penjual martabak, dan pengamen, mengarah ke tv tersebut. Terasa suatu 'hawa' yang berbeda yang tidak pernah saya rasakan di hari biasanya. Saya jadi merasa ingin cepat-cepat pulang ke kosan, pasti ramai nonton bareng anak kosan  yang suka pada heboh. Di sepanjang jalan menuju kosan, saya melihat hampir di semua tenda warung, salon, toko, tempat fotokopian, sedang ramai menonton timnas Indonesia berlaga.
Ketika gol berhasil diciptakan dari kaki Christian Gonzales, suara suka cita itu bergemuruh dalam waktu bersamaan....
Tak hanya di stadion tempat kemeriahan itu sedang berlangsung, tak hanya di kamar mungil kosan ini, tak hanya di rumah saya di Makassar, tak hanya di tenda-tenda makanan sepanjang Balubur, tak hanya di mall-mall atau cafe-cafe sepanjang jalan Setia Budi yang mengadakan acara nonton bareng, tapi juga di desa-desa terpencil nun jauh di sana, di pulau-pulau kecil berpenghuni, di perbatasan negeri, bahkan mungkin ada yang  di luar negeri. Seluruh Indonesia bersorak!
Ini bukan piala dunia, tapi euphoria yang ada di udara melebihi piala dunia...
Sungguh beda rasanya ketika dulu kita mendukung Spanyol atau Belanda...
Kini kita berteriak INDONESIA!! INDONESIA!!
Sukses untuk Timnas Indonesia. Semoga berhasil mengalahkan Malaysia di babak Final nanti, amin...





Ohisashiburi (Lama Tak Jumpa)

Sudah lama sekali saya tidak menorehkan guratan tulisan di blog saya yang ini. Gara-gara habis install ulang laptop dan reminder passwordnya hilang semua. Jadi, saya lupa password blog ini apa (parah!!). Tapi syukurlah, setelah mengingat-ingat lebih lanjut akhirnya blog ini bisa juga dibuka...
Alhamdulillah...

Hmm...
Baiklah saya mulai saja menorehkan guratan saya mulai hari ini 20 Desember 2010...

1.5.10

Komik Jilbab di Syria



Ampuuunn....
Gatel banget dari dulu saya pengen nerbitin gambar yang saya nemu di internet ini...
Gambar ini saya dapet dari blog orang Syria. Katanya ini gambaran macam-macam cara orang memakai jilbab di Syria.
Saya jadi gatel pengen share gambar ini pas ngeliat gambar paling bawah sebelah kiri. "Veiled Indonesian Maid"
OMG, jadi dimana-mana Indonesia emang terkenal dengan TKW nya.
Hmm...rada miris memang tapi begitulah kenyataannya. Pengen deh, suatu saat negara kita terkenal dengan kualitas tenaga kerjanya, bukan sebagai Maid, tapi dalam profesi-profesi seperti: Professor, Researcher, Teacher, Engineer, etc. Tapi kapan??
Gimana negara kita mau maju kalau selalu dikenal sebagai negara babu??!

Finally...

Alhamdulillah akhirnya sekarang saya bisa membuka lagi blog ini...
Sepertinya waktu dulu ada masalah dengan providernya (blogspot) sehingga saya tidak bisa membuka blog ini...
Tadinya kirain karena saya lupa passwordnya...
Tadi pas nyoba buka lagi eh...tiba-tiba bisa terbuka langsung bahkan tanpa login pake password...
sungguh aneh...


11.11.09

Jalan2 ke PRJ

Saya sedang Kerja Praktek di sebuah instansi negara di Jakarta. Hari itu hari Ahad, maka saya dan teman saya ingin mengisi hari ini dengan jalan-jalan ke PRJ yang waktu itu masih baru buka. Temen saya bernagkat ke sana bersama kakanya yang menjaga salah satu stand di sana. Jadi saya berangkat sendiri dengan penuh haru biru…

Jadi, saya berangkat pagi sekitar jam 8 nan keluar dari rumah , naik bajaj. Di atas bajaj baru saya ‘ngeh’ , ga punya duit kacil!!! tapi tenyata masih ada uang 500 perakan, 200, 100 dan seribuan yang terselip di tas. Di depan bang bajaj saya menghitung duit itu satu-satu.

“Bang, maap yah duitnya receh gini” bang bajaj hanya menenggadahkan tangan menerima uang saya satu persatu.

Parrah ternyata masih kurang 500 lagi…Saya pun meminta maaf sama abang itu. Untungnya abang bajajnya baik ga galak…fuihh…

Akupun lalu tersadar, mo naik metromini bayarnya pake apa? akupun menuju swalayan yang berada di dekat situ untuk nuker duit. Tapi ternyata blom buka…

Dan aku nungguin swalayan itu sampe buka…*dodol mode ON*

Lumayan beli minum persediaan buat di jalan. Setelah itu barulah saya menyetop metromoni menuju ke Blok M untuk mengambil busway ke Harmoni.

Antrinya bukan main di halte, butuh waktu lama akhirnya saya naik busway dan duduk dengan tenang.

“Pemberhentian berikutnya, halte harmoni.” Setelah beberapa lama akhirnya nyampe juga (baru nyampe harmoni) still many way to go!!

Truss saya bingung, habis ini naik apa lagi. Saya pun bertanya ke Satpam yang ada di halte itu.

“Pak, kalo mo ke PRJ naik apa ya?” tanyaku. pak satpamnya pun mennjukkan Busway ke arah Pulo Gadung, dan menyarankan aku turun di Balaikota.

Busway penuh sesak, aku pun berdiri bergelantungan semakin lama semakin tersudut ke arah dalam. Lalu tak dinyanya cepet aja tiba2 udah halte Balaikota. Karena suara elektroniknya ga jalan, aku ga ‘ngeh’ waktu mas2nya bilang “Balaikota2!”

Begitu aku sadar dan ngeliat tulisan “Balaikota” akupun langsung bergeser meminta jalan di himpitan orang2 di hadapanku. Tapi…..begitu udah hampir sampai di dekat pintu, terlambat…….pintunya udah keburu nutup….T-T hiks…

akupun turun di halte berikutnya yaitu halte Gambir II, tadinya mau putar balik, tapi ternyata halte itu hanya satu arah…Saite…!!

Akupun keluar halte dan mencoba berjalan balik ke halte Balaikota. Ternyata lumayannn…..

Setelah tiba di halte Balaikota akupun mencari-cari, di manakah halte busway gratis ke PRJ?? Setelah bertanya ke beberapa emang2, mbok2…akhirnya ketemu juga, di parkiran Monas. Dari Halte Balaikota jalan masuk ke dalam perkirannya.

Terlihat sudah banyak orang ngantri menanti bus satu-satunya yang belum muncul-muncul juga. Dan setelah beberapa lama inilah dia…bus ijo yang dinanti, bertuliskan ‘kami antar Anda ke PRJ’.

Akupun segera memasang kuda-kuda, mengambil ancang-ancang bersiap bersaing di antara orang2 yang ga jelas antriannya ini. Tetap aja, selalu ada orang yang lebih gesit dan lebih pinter nyelip dariku, belum lagi dorong-dorongannya. Aku rada mengalah…Eh, tiba2 pintu belakangnya terbuka di depan mata ku, akupun masuk dengan bahagya tanpa dorong-dorongan dan duduk dengan cantik…hwahahaha….

Beberapa saat kemudian, tiba juga di depan PRJ!! waktu menunujukkan hampir jam 12. Parah bnget lamanya di jalan!!

Setelah membeli karcis, sayapun masuk dan menelpon teman saya. Dia mo ketemu di gedung (lupa namanya). Sayapun kembali menjelajah PRJ mencari gedung tersebut. Ada suatu pengumuman di speaker yang menyebutkan pertemuan di gedung itu di lantai 6. Detelah nanya kiri-kanan, dapet juga gedung itu… Algamdulillah, sayapun langsung naik lift ke lantai 6. Begitu keluar lift…..

Siiiiiinggggggggg……………….

kosong, hampa, ga ada siapa-siapa, hanya koridor berisi ruangan berpintu besar yang gelap semua….Huaaaa………!!!!!!!!!!!!!!!!!! Ngapain aku disini??!!! Akupun membaca kembali sms temenku. Lah, iya kan dia mau ketemunya di depan stand BNI?!! Trus ngapain aku di sini?!! dasar ga nyambung!

Akupun turun ke lantai satu kedepan stand BNI. Beberapa saat kemudian fuuihhhhhhh………..akhirnya ketemu juga!! Mulailah kami menjelajah dunia PRJ!



24.7.09

Sick...

Manusia...
baru tersadar akan nikmat, ketika nikmat itu telah hilang dari dirinya
sering kali kita lupa untuk mensyukuri nikmat yang satu ini, nikmat kesehatan...
betapa nikmatnya ketika raga sehat, fikiran jernih...
Namun ketika sakit, barulah terasa...banyak hal yang tak lagi bisa dilakukan, barulah jiwa tersadar betapa indahnya, betapa nikmatnya kesehatan....