18.7.11

Acoustic Cover lagi

Alhamdulillah...
cover version saya yang lagu Katy Perry  ET nyampai 233 play di tumblr...*aku senang :D
padahal cuma sepotong doang...
Gadak pisan nunggu hari2 pulang kampung :D
Haduh...haduh...altough so embarrased...
I just decided to upload another cover song
It's show time...:)

Numb - Linkin Park Cover

3.7.11

Bersenang-senang di BCL

Seminggu yang lalu seorang teman meng sms saya: "Ra...kamu mo kemana2 ga malem ini??"
Belum sempet saya bales, pintu kosan saya sudah diketok-ketok....
"Ra...ke BCL yuk..."
"BCL?? apaan sih?? Bunga Citra Lestari??"
"Bukaannn..."

BCL (Bandung Carnaval Land) itu nama taman bermain yang berlokasi di Bandung, tepatnya di daerah Karang Setra (bersebelahan dgn kolam renang Karang Setra). Kemarin malam 2 Juli 2011 adalah kali kedua saya berkunjung ke taman bermain itu. Seminggu sebelumnya saya sudah main ke sana bersama teman-teman kuliah saya. Kali ini saya pergi bersama teman-teman kosan saya. Walau sudah dua kali ke sana saya tetap saja merasa seru...soalnya perginya selalu rame-rame sih...jadi bisa keketawaan...

Di tengah maraknya kunjungan orang-orang ke trans studio Bandung yang baru saja buka, BCL menawarkan keseruan buat mereka2 yang ingin senang-senang dgn budget seminim mungkin. Yah...orang-orang seperti saya ini...:) Dengan Rp.30.000 saja, kita sudah bisa masuk ke semua wahana, mulai dari sepeda udara, boomboom car, ulat gila, perahu2 pusing, rumah hantu, bioskop 4 dimensi, ontang-anting, dan ada taman lampion yang lucu buat foto-foto narsis. Semua wahana kecuali bioskop 4 dimensi dan boomboom car (2 kali) bebas ngulang berapa kali pun sesuka hati...hohohoho....

Wahana yang paling seru dan setelah dua kali kesana pun saya gak merasa bosan adalah wahana rumah hantu. Sepertinya pengelola rumah hantunya cukup kreatif, sehingga 'skenario' mereka untuk menakut-nakuti berbeda antara waktu pertama kali saya datang dan yang kedua kali ini. Walhasil saya dan kawan-kawan keluar dengan muka pucet keringet dingin ga berbentuk sambil tertawa-tawa...wakwaaww...

Setelahnya kitapun berfoto-foto narsis di sekitar taman lampion, ada berbagai bentuk lampion disesuaikan dengan temanya, Ada keluarga flinestones dengan latar jaman batu dan dinosaurus, ada yang bertema cinta, rumah jamur, balon udara, spongebobo, dll....
Seneng....seru....apalagi kalau perginya rame2...


Berikut list dan tips pengeluaran buat bersenang-senang di BCL:

  1. naik angkot caheum ledeng ( kalau dari kawasan padat kosan tamansari, pelesiran dan sekitarnya) sekali aja, lalu turun di jl. setia budi sebelum belokan yang menuju kolam renang karang setra, dari situ sisa jalan sedikit deh. Total cost: 2.000-2.500 (tergantung keikhlasan hati supir angkot :D)
  2. Oh iya, sebelum berangkat sebaiknya persediaan minum dari rumah aja, karena dijamin bakal haus karena teriak2 dan keketawaan. Di BCL ada foodcourt dan ngejual minum botolan, tapi harganya lebih mahal seribu rupiah dari harga asal. Jadi, mending beli di warung dekat kosan, atau bawa botol minum sendiri. Total cost: Rp. 0 kalo bawa botol minum, Rp. 2.500 atau Rp. 3.000 kalau beli botol aqua atau Vit, dan Rp. 5.000 kalau beli nu green tea. Jangan lupa makan malem yang kenyang, sebelum berangkat yaa...
  3. Biaya tiket masuk BCL Rp. 30.000 per orang, anak di atas 85cm dihitung satu tiket. Tiketnya berupa stiker yang akan digelangkan di pergelangan tangan kita. Tiap masuk satu wahana, petugasnya akan menandai   dengan spidol pada gelang tersebut.
  4. Having fun di BCL, jangan lupa bawa kamera buat foto2, usahakan kameranya yang ada night mode atau bisa tanpa blits, soalnya kalau pakai blits hasil foto di taman lampion jadi kurang bagus. Kalau niat, sebaiknya pinjem kamera SLR temen...:)
  5. Di rumah hantu jangan kalap walau ketakutan, inget this is just a game...jangan sampe nimpuk hantunya atau ngerusak properti  yah...;)
  6. BCL tutup jam 10 di hari biasa dan jam 11 di hari Minggu dan hari Libur. Usahakan datang jangan ngepas banget dengan jam tutupnya. La iyya lah ya...
  7.  Pulang menempuh rute yang sama, jalan lalu naik angkot caheum-ledeng. Rp. 2000- 2.500
  8. Ketika sedang heboh main, jangan lupa barang bawaan, sebaiknya bawa tas buat manaruh dompet, handphone, kamera, payung dll.

Jadi kalau dihitung-hitung secara super hemat, total pengeluaran buat bersenang-senang di BCL adalah : Rp. 34.000...kecuali kalo dapet tebengan dan ada yang bayarin :P
Demikian tips senang-senang hemat ala Purify kali ini :)

9.6.11

Kenapa nama saya Aura Purify??

Aura Purify


Dari lahir saya tidak pernah merasa aneh dengan nama itu, saya menganggapnya wajar-wajar saja. Saya juga heran banyak yang bertanya ada mimpi apa atau peristiwa apa sehingga saya diberi nama seperti itu. Saya baru menyadarinya ketika saya beranjak dewasa dan mulai mengalami peristiwa-peristiwa yang disebabkan oleh keanehan nama saya. 
Dari mulai kadang dapat jatah soal ujian untuk agama kristen, dikerumunin bule-bule yang menatap amazing nama saya, dikira bukan orang Indonesia, di-reject ketika add friend di FB (karena ga dikenali), di add friend dan dimasukin family tree keluarga negro yg namanya belakangnya Purify, dikira nama alay, dll. heuh...

Saya dari dulu tak pernah diberi tahu oleh orangtua saya kenapa saya diberi nama seperti itu. Yang saya tahu hanyalah sejarah nama panggilan saya Rara yang diberikan oleh ibu saya dan keluarganya. Rara nama saya ini beda dengan nama Rara pada umumnya, Rara yang dimaksudkan disini sebenarnya adalah Ra'ra'/ Rakrak, pakaian Toraja yang terbuat dari emas.


Beberapa hari sebelum saya dilahirkan di Jakarta, nun jauh di Tana Toraja sana, tongkonan nenek saya habis dilalap api, di dalamnya terdapat baju Rakrak yang dijaga turun temurun. Baju itu lenyap sudah entah kemana, kemudian lahirlah saya. Kebetulannya adalah Rara' menandakan darah keturunan murni. Kepercayaan mitos masih berakar kuat di Tana toraja. Dengan lahirnya saya yang notabene campur-campar gak jelas keturunan bermacam suku Nusantara dan ras asing, dianggap lenyaplah kemurnian darah itu pada saya. Jadi harapannya saya dapat menggantikan harta pusaka Rakrak yang lenyap itu. (berat juga ya...hehe...)

Mungkin untuk  mengimbangi nama panggilan saya yang bernilai tradisional dan historis, ayah saya kemudian memberi saya nama yang modern, kebarat-baratan, Aura Purify. Ayah saya hanya memberi tahu maknanya bahwa ia ingin anaknya memancarkan 'cahaya kebajikan' Aura Purify.
Begitu saja tidak kurang, tidak lebih...

Sekian. :)


7.6.11

Paralelisme Semesta dan Konsep Ilahiah

Udah lama nih, saya gak nulis mengenai sesutu yang setidaknya rada mikir...mm...dan serius dikit, hehe...
Jadi terinspirasi nulis tentang hal ini setelah ngebaca notes-nya mbak Wulanita mengenai realitas yang paralel, serta kegalauan seorang sahabat yang kerap kali mengunjungi kamar saya untuk konsultasi jodoh..:P

“Paralelisme semesta itu bukan suatu kebetulan, melainkan telah diatur sedemikian rupa olehNya.”

Sejak awal penciptaannya hingga sekarang, semesta ini senantiasa bergerak. Bumi yang kita pijakpun bergerak tanpa kita menyadarinya. Bahkan benda yang kita anggap diampun partikel atom penyusunnya senantiasa bergerak, bertumbukan, beresonansi.  Begitupun kehidupan ini, senantiasa bergerak menyusuri dimensi waktu. Ia yang Maha Mengatur telah membentuk seluruh jagad raya ini secara detail dan harmonis. Adakah yang demikian merupakan suatu kebetulan? Begitulah semesta ini dan segala isinya diciptakan, dalam Islam hal tersebut merupakan Sunnatullah kehendak dari sang Maha Pencipta.

Semesta ini awalnya merupakan satu kesatuan, maka semua di alam semesta ini secara langsung tak langsung dapat saling berhubungan. Tanpa kita sadari, bisa saja yang terjadi saat ini pada diri kita mempengaruhi kehidupan seseorang di masa depan. Atau mungkin suatu peristiwa yang terjadi di luar negeri saat ini nantinya akan memberi pengaruh besar bagi hidup kita. Tak ada yang tak mungkin, semesta ini bergerak, dan takdir Tuhan tidak ada yang mengetahuinya.  Inilah yang saya tangkap dari maksud paralelisme semesta (Cmiiw).

Alam semesta , benda – benda langit bergerak pada porosnya. Kehidupan juga memiliki porosnya sendiri yang memiliki daya untuk dapat menarik hal – hal tertentu masuk ke dalam area “atmosfer” –nya. Porosnya adalah jiwa. Dayanya adalah hati, dan pikiran. Manusia dibekali dengan kekuatan untuk berencana dan bertindak untuk menentukan nasibnya sendiri. Namun takdir yang akan terjadi padanya, Allah telah menentukan dalam Lauhul Mahfudz.

“Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu”  (QS. Adz-Dzaariat : 22)

Akan tetapi, selama takdir tersebut belum berlaku atau belum terjadi, manusia harus terus berusaha (bergerak) sebagaimana alam semesta ini terus bergerak.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri mengubah apa-apa yang terdapat pada diri mereka...” (QS. 13 : 11)

Demikian pula dalam pencarian jodoh. Dari dulu hingga sekarang saya tetap yakin Jodoh alias soulmate saya telah ditulis dengan jelas di kitab Lauh Mahfudz. Seperti apa dan siapa orangnya, tentunya tidak dapat diketahui. Namun semesta ini paralel, selama takdir belum berlaku, manusia punya daya untuk menarik dan mengikatkan dirinya sesuai dengan kecenderungan jiwanya. Yang dapat saya lakukan sekarang adalah merotasikan jiwa saya pada kecenderungan yang baik, agar mendapatkan soulmate yang baik juga (amiinnn....). Demikian adalah janji Allah yang tertera di Al-Qur’an:

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)...” (QS. An- Nuur : 26)

Wallahu a’lam bissawab...

19.5.11

Catatan Perjalananku

Desa Seblat, Bengkulu, 10 Mei 2011

Ketika kuterbangun di pagi ini...
kubuka mata tapi yang ada hanya gelap gulita...tak ada cahaya setitikpun
Astagfirullah, apakah aku telah buta???
Kuraba sekitar, ku sedang terbaring di atas dipan, bersama sahabatku, di suatu desa kecil di pedalaman Bengkulu.
Malam telah berlalu tanpa lampu listrik, hanya redup cahaya lampu minyak dan sinar rembulan serta bintang-bintang menyemarakkan suasana malam di desa ini.
Kuraba kesana kemari mencari benda kecil bernama lampu senter.
Apakah ini sudah masuk waktu subuh??
Akupun tak tahu...

Kuintip dari jendela kamar, suasana subuh hari...
Kabut perlahan-lahan naik, membuka tabir halus putih ringan, menampakkan barisan pepohonan dan bukit-bukit kecil yang mengelilingi desa.
Sementara ayam berkokok bersahut- sahutan menyambut sang mentari  yang sinarnya masih malu-malu.
Bagai berada di suatu dunia magis yang begitu jauh...jauh...jauh...
Rumah-rumah beratapkan seng, nampak putih agak kelabu. Sekilas nampak seperti tertutupi lapisan salju.
Udara yang dingin dan susana yang gelap ditutupi kabut, bagaikan berada di belahan bumi utara...
Apakah ini hanya sugestiku saja??

16.3.11

Fight The Future


Almost one year hangin' on my room wall...
My plan to colour this life and to leave my trace in everything I do...
Graduation....finally, here I come...
This is the time to accross the bridge between dream and reality, to make it real...
Dream it, do it, and live it.
Takes a lot of strenght...passion...and commitment...
This is the battle, to fight the future...
Now or never...!