7.7.15

Menulislah...Menulislah...

Huruf-huruf, susunan kata, kalimat, tulisan.

Ketika hal yang kau cintai kehilangan tempat dihatimu. Bukan dibenci, tapi keberadaannya menjadi samar lalu hilang sama sekali.

Menulis.

Siapa yang  bisa disalahkan jika tidak ada yang salah. Semuanya terjadi begitu saja. Minatku entah mengapa menjadi hambar sama sekali.

Hapus.

Berhenti menyalahkan diri sendiri, ini semua bukan maumu ataupun kehendakmu. Lagipula tidak ada orang yang dirugikan sama sekali.

Termenung.

Sekarang yang penting bagaimana ke depannya, yang sudah lalu tidak perlu disesali lagi. Bagaimana dengan mimpi dan cita-citamu yang belum kau gapai sama sekali?

Apakah ini sudah saatnya?
Walau aku belum siap sama sekali?

Melanjutkan.

1.4.15

Diet Mayo! Staaato!!

Berat badankuu naikk!! 


Alhamdulillah penyakit berasa sembuh setelah lepas obat dokter, diet, dan minum obat China Tung Shueh Pills. 
Kisah sembuh dari autoimun saya bisa dibaca di blog khusus ini : htttp://www.kamuakudanautoimun.wordpress.com

Sekarang efek samping ‘sehat’ nya adalah makan enak dan lumayan banyak. Weeeww….ditambah lagi traktiran jamuan makan dua malam berturut2 di resto ternama membuat saya tambah buncit dan konstipasi. Walhasil, saya naik berat badan hingga 60 kg.

Lihat-lihat beberapa sumber diet, ada diet yang satu ini, namanya diet Mayo kalo di Indonesia. Padahal kalau di luar negeri diet ini namanya 13 days metabolism diet. Sementara diet mayo yang diciptakan oleh klinik mayo di Amrik, beda sama sekali dengan diet ini. 

Walopun di versi amriknya, tetep boleh pakai garam, di versi Indonesianya diet ini tanpa garam. Saya pikir boleh juga inih…untuk mengeluarkan air yang tertahan di badan saya selama konsumsi obat methyl prednisolon dulu. Banyak artis-artis yang sudah sukses turun bb dengan diet mayo ini juga. 

Cuman 13 hari. Yupp, ga ada salahnya dicoba! 1 April 2015 saya pun memulai diet ini.

Saya juga sudah biasa dengan menunya yang kebanyakan sayur-sayur hambar. Karena sebelumnya saya juga sempat diet makrobiotik dan paleo autoimun untuk meng-kalemkan penyakit saya. Jadi saya bilang Bismillah, mulai!

Ini dia daftar menunya, siapkan dompet mari belanja untuk stock satu minggu ke depan! 


15.1.15

Kisah Si Kucing Cantik

Kisah Si Kucing Cantik

Alkisah hiduplah seekor kucing cantik yang sangat populer di antara para kucing di kampungnya. Wajah si kucing cantik begitu ayu dengan kumis putih lembut dan  bulu halus berwarna belang hitam putih, serta suara meong yang merdu. Tak heran jika ke manapun si kucing cantik melangkah, para kucing jantan pasti terpana.

"Mengapa kamu tak kunjung memilih pasangan, padahal banyak kucing yang mendekatimu, miau?" tanya kucing putih, sahabat si kucing cantik, sembari menyusui anak-anaknya di dipan depan rumah pak camat.

"Aku belum menemukan kucing yang tepat, mereka semua tak ada yang menarik hatiku, miau," jawab si kucing cantik.

"Bagaimana dengan si kucing garong? Berkali ia datang membawakanmu ikan besar, tapi kamu terus saja menolaknya, miau," tanya si kucing putih lagi. 

"Aku tidak mau, ikan itu dicurinya dari manusia. Si Garong itu jahat dan beringas, Putih. Aku tidak mau punya pasangan seperti itu, miau," ujar si kucing cantik.

Ketika suami Si Putih telah datang membawakan makanan untuk istrinya yang sedang menyusui itu, si kucing cantik pun pamit pulang.

"Ayo Cantik, kamu ikut makan dulu bersama kami, miau," seru Si Putih. 

"Tidak Putih, aku harus pulang ke rumah. Sudah hampir malam, nanti pemilikku mencariku, miau," tukas si kucing cantik. 

Si Cantik dipelihara oleh seorang mahasiswi yang mengekos di rumah pak camat. Setelah menunaikan sholat maghrib dan makan malam, Si Mahasiswi biasanya sudah menyiapkan makanan jatah untuk Si Cantik. Namun kali ini pintu kamar Si Mahasiswi tertutup rapat dan lampunya juga padam. Entah ke mana Si Mahasiswi pergi. Dalam hati Si Cantik jadi menyesal menolak ajakan Si Putih tadi. 

Si Cantik lalu naik ke atap rumah dan melihat ke arah masjid, ternyata Si Mahasiswi masih berada di depan masjid berbincang dengan seorang pria yang nampaknya orang baru di kampung. 

Si Cantik lalu menuruni tangga dan berjalan ke dekat majikannya yang masih asik ngobrol di depan masjid. Akan tetapi, si cantik melihat ada seekor kucing di pangkuan si mahasiswi, seekor kucing jantan yang tidak ia kenali. Sama seperti pria itu, si kucing juga bukan berasal dari kampung setempat. 

Tiba-tiba Si Cantik menghentikan langkahnya ketika si kucing jantan memandang ke arahnya. Kucing jantan itu nampak terperanjat, sama terperanjatnya dengan Si Cantik. Mata si kucing jantan menatap si kucing cantik dengan tajam dan penuh binar-binar. Seketika Si Cantik merasakan debar-debar di dada yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Namun beberapa detik kemudian si kucing jantan segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. Si Cantik pun diam termangu. 

"Cantik!! Kamu kok ada disini? Nyariin aku ya? Kamu laper ya?Kasihaan.. Sini puus..." seru si mahasiswi ketika menyadari keberadaan Si Cantik di dekatnya. Ia pun melepas kucing jantan yang tadi duduk di pangkuannya. 

"Miawww...." jawab Si Cantik sambil mengibaskan ekornya dan berlari manja ke arah mahasiswi. Sementara si kucing jantan bersembunyi di belakang kaki pria tadi.

"Ini kucingku yang tadi kuceritain, namanya Cantik," kata Si Mahasiswi sembari menggendong Si Cantik, pada pria yang nampaknya pemilik si kucing jantan. 

"Cantik, itu teman barumu namanya Si Morcet," kata Si Mahasiswi. 

"Salam kenal Cantik, Miaw," kata Si Morcet sambil mengintip di balik kaki tuannya. 

Si Cantik diam sejenak setelah mendengar suara Si Morcet. Debar-debar ia rasakan ketika namanya disebut oleh Si Morcet. 

"Miaw, salam kenal juga," jawab Si Cantik akhirnya.

"Kayaknya mereka bakal akur deh, kita jodohin aja kali ya," kata Si Pria majikan Morcet.

"Hahaha, boleh tuh," kata Si Mahasiswi.

Keesokan harinya Si Cantik menceritakan perihal Si Mocret pada sahabatnya, Si Putih. 

Desas desus tentang Morcet si kucing baru itu rupanya telah menyebar ke seantero kucing di kampung. Si Morcet kabarnya pernah diajak oleh Si Garong untuk gabung di gengnya, namun Si Morcet menolak. Morcet rupanya kucing yang soleh. Ia lebih senang duduk di masjid sambil berzikir bersama kucing soleh lainnya, daripada berlari di pasar dan mencuri ikan seperti Garong dan teman-temannya. 

Karena ajakannya ditolak, kabarnya Si Garong kecewa dan menyatakan permusuhan terhadap Si Morcet. Ia melarang Morcet berjalan di daerah kekuasaannya. Namun Morcet tak lantas takut diancam demikian, ia tetap tenang dan kembali beribadah.

"Lebih baik kamu jangan terlalu dekat dengan dia Cantik, bahaya, miau," kata si Putih. 

"Kenapa? dia nampaknya kucing yang baik hati, miau," tanya Si Cantik.

"Ya karena Si Garong tidak suka padanya. Kamu tahu kan apa yang terjadi pada kucing-kucing yang dibenci Si Garong?" banyak dari mereka dikeroyok dan dicakar-cakar, apalagi jika mereka terbukti melanggar ancaman Garong, miau", ujar Si Putih.

"Uh, aku sebal dengan Garong itu, sok berkuasa, sok jagoan, hobinya berkelahi dengan kucing kampung lain, sok jadi pahlawan padahal dia sendiri seperti preman, miau" kata Si Cantik.

"Huss, jangan bicara seperti itu nanti ada yang dengar bisa bahaya. Sebaiknya kamu jangan terlalu dekat sama Morcet, nanti Garong malah ikut memusuhi kamu, ingat itu, miau," kata Si Putih.

Si Cantik lalu pamit dan beranjak ke kamar majikannya namun kemudian diurungkannya niatnya itu. Ia lalu pergi ke dekat masjid. Diintipnya pelataran masjid, namun sepi, nampaknya manusia sedang beribadah sholat ashar. Dilihatnya ke dalam masjid, diantara manusia yang sedang sholat, dilihatnya ada beberapa kucing. Salah satunya ada Si Morcet yang sedang duduk tenang sambil menutup matanya. Nampaknya ia sedang beribadah. 

Si Cantik duduk menunggu di teras masjid namun tak lama ia pun tertidur. 

"Cantik ya? Miau," ujar sebuah suara.

"Miaw...?" Si Cantik terbangun sambil menggosok-gosok matanya. Rupanya pemilik suara itu adalah Si Morcet. Si Cantik langsung panik, dirapihkannya bulu-bulu di wajahnya dan kumisnya agar tidak kusut dan tetap memesona. 

"Halo Morcet, tadi aku tidak  sengaja ke sini cari majikanku, rupanya dia tidak ada," kata Si Cantik segera mencari alasan seadanya sambil tersenyum melihat Morcet. 

Morcet kemudian terdiam. Terkadang mata Morcet tertangkap sedang memandang wajah Si Cantik. Ia lalu tertunduk malu, Si Cantik pun jadi malu dibuatnya. Keduanya kemudian diam membisu. 

Setelah terdiam lama, Morcet akhirnya bertanya, "Cantik, maukah kamu jadi pasanganku?" 

Si Cantik kaget sekaligus gembira mendengar pertanyaan Morcet. Hatinya kembali berdebar-debar, lidahnya menjadi kelu, tak ada jawaban yang bisa ia berikan, hanya segaris senyuman malu-malu penuh arti.

"Miauuu!! Morcet!!! Sedang apa kamu dengan Si Cantik?!" suara kucing lain terdengar dari luar pelataran masjid. Si Cantik melihat keluar, rupanya itu Si Garong.

"Kurang ajar kamu Morcet! kamu masih anak baru di sini, berani-beraninya mendekati Si Cantik, ayo siniii buktikan kejantananmu, kita berkelahi!!! Miauuuwwwwwww!!!!! " teriak Garong sambil berlari kesana kemari dan mengeong dengan agresif. 

Si Morcet kemudian mulai melangkah keluar masjid, namun segera dihentikan oleh Cantik. 

"Jangan Morcet, jangan berkelahi dengan Garong, dia kucing yang kuat dan beringas, banyak yang sekarat setelah berkelahi dengan dia, kamu tetap di sini saja,  miauwww...." kata Cantik yang sangat takut dan khawatir, matanya mulai berkaca-kaca.

"Tenang saja Cantik, tidak apa-apa, aku akan mengalahkannya, miau.." ujar Morcet dengan tenang sambil berlari meninggalkan cantik menuju ke halaman masjid.

Perkelahian pun terjadi. Kucing-kucing lain menontoni perkelahian itu dari kejauhan, tak ada yang berani mendekat. Berkali Cantik menutup matanya. Mungkin seharusnya ia mendengar nasehat Si Putih agar tidak mendekati Morcet. Bagaimana jika Morcet terluka, bagaimana jika ia jadi cacat setelah ini. Cantik pun menyalahkan dirinya sendiri sambil menangis.

Perkelahian berlangsung cukup lama dan sangat sengit. Dari kejauhan, di bawah matahari terbenam, terlihat seekor kucing yang tergeletak lemas. Tak jelas apakah itu Morcet atau Garong.

Si Cantik dan kucing lainnya hanya bisa menatap cemas dari kejauhan. Dalam hati, Cantik terus berdoa agar Morcet tidak terluka.

Dari balik bayang sinar surya yang mulai mulai tenggelam, sosok itu perlahan mulai nampak jelas. Seekor kucing jawara, pemenang perkelahian tadi, melangkah mantap keluar dari bayang gelap menuju cahaya kemenangan. 

Dialah......Morcet.

Kucing-kucing lainnya berteriak, "kampung kita punya jawara baru, miawww!!!"

"Garong sudah bukan pemimpin kita lagi, miawwww!!" 

"Hidup Morceeettt!!!!! Miawwwwww!!"

Si Cantik menjerit tertahan, melihat Morcet yang berjalan tegap ke arahnya. Hatinya senang sekaligus lega. Seuntai senyuman tersungging di balik kumis Morcet, Cantik pun ikut tersenyum bahagia.

Sejak saat itu, Si Morcet menjadi kucing penguasa kampung, dengan Si Cantik sebagai pendampingnya. Masyarakat kucing di kampung itu jadi hidup dengan tenang dan damai tanpa adanya perkelahian. Kucing-kucing pun menjadi lebih relijius dan gemar beribadah.

Morcet dan Cantik kemudian dikaruniai banyak anak dan hidup bahagia bersama.


THE END
















30.7.14

I Wont Give Up

Meskipun hanya aku yang berdiri di sini dengan segala kelemahanku, aku tak akan menyerah.
Walaupun dunia tidak ada yang tahu apa yang tengah kuhadapi, apa yang aku rasakan, semangatku tak akan surut.
Karena hanya aku sedang berperang melawan diriku sendiri.
Bagian dari diriku sendiri yang tengah menggerogotiku dari dalam.
Aku pun belum pasti tahu apa itu, aku coba untuk berkawan dengannya, mencoba mengenalnya lebih jauh lagi, agar aku bisa berdamai dengannya.
Aku punya impian dan cita-cita, aku masih punya keluarga dan orang-orang yang kucintai, juga orang tua yang ingin kubahagiakan.
Tak akan kubiarkan semuanya terenggut karenanya, aku putuskan untuk melawan.
Melawan dengan yang kubisa, meski sendiri kuhadapi, karena pasti tak ada yang mengerti.
Aku pasti bisa.

25.3.14

Apakah Mimpiku ini Tentang MH370?

Awal mimpi itu aku ada di bus. Bus itu menuju ke sebuah mesjid dekat pasar. Di halaman masjid bnyk org2 berseliweran, bapak2 pake baju takwa, dn ibu2 pake kerudung dn baju kurung. Bus berhenti di masjid. Aku turun dn masuk ke tempat wudhu simpan sepatu dn bercengkerama dgn org yg ada disana.

Setelah itu yg aku ingat, aku masuk ke ruang kerja seperti kantor PNS. Banyak meja dn kursi kayu. Pegawainya perempuan pakai baju kurung dn jilbab. Dia menulis sesuatu di kartu. Aku katanya harus melengkapi persyaratan dn pemeriksaan untuk berangkat.

Hal berikutnya yg aku ingat dri mimpi itu, aku ada di bandara. Aku melewati pemeriksaan. Dan aku berjalan melewati koridor besar, ada dinding warna biru ada tulisan aku lupa apa. Aku berbelok lalu berikutnya yg kuingat aku ada di suatu tempat seperti lapangan terbang. Tiba2 ada beberapa mobil berhenti dn keluar beberapa org berpakaian tentara, dgn senjata laras panjang otomatis yg menodong aku.

Hal berikut yg aku ingat, aku ada di kokpit pesawat. Keadaan genting. Aku ingat agak samar ttg sebuah pulau. Ada seseorang menyebutkan tentang sebuah pulau, dn menyuruh aku ke pulau itu.

Di sebuah pesawat militer yg sedang terbang, ada seorang pria berkulit coklat, kacamata hitam, rambut hitam agak berombak, wajahnya berewokan. Pakai baju tentara luar negeri (bukan baju ABRI) topi baret merah. Sedang tersenyum dn mengancam ke arah kokpit. Tapi pilot di kokpit tetap tegar.Tiba2 pemandangan dr jendela kokpit tertutup sesuatu. Lalu pesawat jatuh bebas tak terkontrol, pilot di sebelahku sudah pasrah. Pesawat tersebut lalu meledak hancur berkeping-keping seperti balon udara yg pecah. 

Tentara berewok di pesawat militer trsbut mendarat di suatu tempat. Banyak tentara lainnya, seperti camp tentara. Daerahnya tandus banyak pasir berterbangan. Dalam mimpi ada yg mengatakan mereka itu tentara palsu. Ada beberapa tentara yg cacat, si tentara berewok tadi menggendong temannya yg cacat kakinya. Sambil tertawa2 dgn tentara2 lain.

Lalu yg aku ingat berikutnya dari mimpi itu, aku ada di Inggris. Seperti di Inggris. Di sebuah rumah dgn org2 kulit putih yg santun dn tak banyak bicara. Seperti rumah pejabat. Ada seseorang yg akan datang, aku tak tau siapa. Tapi sepertinya si pemilik rumah tak mau ketemu dgn orang itu. Ketika pria penjaga meja depan berkata org itu sudah datang si pejabat panik. Aku melihat ke pintu siapa yg dtg, ada seorang wanita berpakaian formal, dandanan rapih, rambutnya putih semua, sedang berjalan ke arah pintu dgn bbrpa org. 

Itu bagian akhir yg aku ingat dari mimpiku yg sudah agak lama, tapi masih terasa begitu jelas walau ada yg terlupakan. Aku mimpi sekitar seminggu sebelum aku mendengar berita hilangnya pesawat MH370 dari TV. 

2.2.14

Prinsip Ukur Tinggi Badan

Ingatkah kita semua ketika masih kecil, sedari bayi hingga balita ukuran panjang tubuh selalu diukur. Orang tua kita mengukur tinggi badan kita untuk mengetahui pertumbuhan kita. Biasanya ada sebuah meteran bergambar jerapah yang ditempel di dinding, lalu selang beberapa lama kita diminta berdiri disana. Dengan cara ini orang tua kita bisa tau sudah berapa sentimeter kita bertambah tinggi dibandingkan hari kemarin.

Ketika sudah dewasa, konsep mengukur tinggi badan ini entah kenapa jadi terlupakan begitu saja.
Contoh kasus: Pada suatu hari, sebut saja dia si Aura (nama disamarkan), sedang iseng membuka Facebook dari laptopnya. Di laman Beranda terlihatlah foto-foto dan status teman-teman masa kecil, teman kuliah hingga kolega kerjanya.
" Alhamdulillah semoga menjadi keluarga SAMARA"
"Selamat yaa atas kelahiran anak pertamanya"
"Selamat yaa pertunangannya, semoga lancar sampai ke pelaminan"
adalah menjadi kalimat yang semakin sering diketik oleh jari jemarinya di keyboard tiap membuka FB. Tak hanya sampai di situ, #kepo dot kom berjalan terus di FB.
"Wahh si A kayaknya udah jadi pengusaha sukses"
"Wow..si B sekarang udah jadi manager"
"Si C udah phD ajee gille hebat benerr"
"Buset deh enak banget ya kerja di perusahaan asing, jalan2 ke luar negeri mulu"
Lalu muncullah kalimat :
"Orang-orang udah pada kemanaaa kok gua begini-begini aja yaak....."
Nah, sampai sini kita titik dulu (titik).
Kelanjutannya bisa begini:
"Oke baiklah, karena yang lain sudah pada sukses, aku akan membuktikan aku juga akan sukses sebagai ratu jengkol" atau
"Umur gw udah segini, teman gue udah pada punya anak. Oke, target lebaran haji gua udah naik pelaminan, jadi istri ke empat pak camat"
Di dalam dunia yang serba ideal, keadaan seperti itu 'katanya' mestinya bisa menjadi motivasi kita untuk maju. Namun yang terjadi kadang adalah....
"Hiks...hiks...hiks...Entah apa yang salah sama diri gue, kenapa gue ga bisa kayak orang laen....#galau"
Nah, saat seperti inilah bahaya mulai terjadi. Pikiran seperti ini bisa menjadi cikal bakal kegelisahan berkepanjangan yang tak hanya menguras energi, tapi juga waktu dan pikiran. Bahkan mungkin menguras isi kantong anda untuk membeli tissue atau pengobatan medis (jika sudah sangat ekstrim, jangan sampek yaa).

Ingatlah selalu prinsip tinggi badan. Sejauh apa kita berkembang, diukur dengan membandingkan diri kita sendiri di hari ini dan di hari kemarin. Tidak fair namanya jika kita membandingkan dengan orang lain. Karena setiap orang punya flow perkembangannya masing-masing. Jadi, setiap kali teringat kunjungilah 'papan pengukur jerapah'-mu supaya tau sejauh apa kita sudah bertumbuh. Demikianlah caranya fair pada diri sendiri, dan punya tolak ukur yang lebih akurat.


28.12.13

Langit Abu-Abu

Jika kau dapat terbang dan jatuh pada gumpalan awan putih.
Di saat yang sama aku sedang berenang menyusuri sungai waktu.
Pada gugusan bintang dan cahaya temaram lampu merkuri
Di sanalah aku duduk termangu menatap pilu padamu

Jika hujan merupakan jawaban risau itu
Dan cinta tak lagi ada di sana menyapa
Maka sudahlah saja biarkan abu-abu
Semunya kan berlalu bersama senja

Bumi pun membisu
Angin terdiam pilu
Hatiku membatu...

Purify's